Peningkatan Budaya Keselamatan melalui Sosialisasi Safety Management bagi Siswa SMAN 1 Sooko Mojokerto Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.59903/macoajurnalpkm.v3i3.392Kata Kunci:
safety management, report culture, budaya keselamatan, pengabdian masyarakat, kampanye keselamatanAbstrak
Kesadaran terhadap budaya keselamatan (safety culture) dan budaya pelaporan (report culture) perlu ditanamkan sejak jenjang pendidikan menengah sebagai bekal menghadapi lingkungan pendidikan maupun dunia kerja yang semakin menuntut kepatuhan terhadap aspek keselamatan. Rendahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya pelaporan terhadap potensi bahaya, pelanggaran, maupun kondisi tidak aman dapat menghambat terbentuknya lingkungan yang aman, disiplin, dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai konsep Safety Management and Regulation serta penerapan report culture dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2026 di SMAN 1 Sooko Mojokerto dengan peserta sebanyak 37 siswa kelas XI. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan kuesioner kepuasan peserta. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar keselamatan, pentingnya budaya pelaporan, identifikasi potensi bahaya, prosedur pelaporan yang benar, serta penerapan budaya keselamatan dalam lingkungan pendidikan dan dunia kerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan penilaian sangat baik terhadap pelaksanaan kegiatan. Sebanyak 82,8% peserta menyatakan kegiatan berlangsung sangat baik, 75,9% menilai kesesuaian materi sangat baik, 72,4% menyatakan penyampaian materi sangat baik, dan 79,3% mendukung keberlanjutan kegiatan pada masa mendatang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi mampu meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya budaya keselamatan dan budaya pelaporan sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan agar terbentuk budaya keselamatan yang kuat sejak usia sekolah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sri Rahayu Surtiningtyas, Meita Maharani Sukma, Ahmad Bahrawi, Lusiana Dewi Kusumayati, Dimas Arya SF, Ridho Rinaldi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





